RAPAT KONSOLIDASI SATGAS PEKERJA MIGRAN INDOENESIA

RAPAT KONSOLIDASI SATGAS PEKERJA MIGRAN INDOENESIA

Disnaker Jember - 25 Maret 2024, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Jember, Bidang Penempatan Tenaga Kerja, Perluasan Kesempatan Kerja dan Transmigrasi, Sub Koordinator Pelindungan Pekerja Migran Indonesia menghadiri undangan Rapat Koordinasi Satuan Tugas Pelindungan Pekerja Pekerja Migran Indonesia Kementerian Ketenagakerjaan dengan anggota Satgas Provinsi, Kabupaten dan Kota sebanyak 26 perwakilan pada tanggal 6 s/d 8 Maret 2024.

Ditahun 2024 ini Kabupaten Jember masuk dalam anggota ke 26.
Kolaborasi ini akan memperkuat upaya dalam pelindungan Pekerja Migran Indonesia khususnya di wilayah Kabupaten Jember, sehingga calon Pekerja Migran dari Kabupaten Jember yang akan bekerja ke Luar Negeri mendapatkan pelindungan secara menyeluruh dan juga tidak salah jalan saat akan bekerja ke Luar Negeri. 


Maraknya informasi bekerja ke Luar Negeri dengan gaji yang mengguiurkan merupakan salah satu contoh penyebab banyaknya masyarakat yang bekerja ke luar negeri melalui jalur Non Prosedural tanpa mempertimbangkan sebab dan akibat yang akan terjadi di Luar Negeri jika tidak mendapatkan pelindungan yang di ketahui secara resmi oleh pemerintah. 
salah satu contoh mendapatkan kekerasan atau gaji yang tidak di bayarkan oleh majikan saat bekerja di Luar Negeri. 

Jika berangkat melalui jalur Non Prosedural kasus sebagaimana dimaksud di atas akan mengalami kesulitan jika ingin di perjuangakan karena tidak ada bukti kuat seperti kontrak kerja yang di ketahui oleh Dinas Kabupaten Kota dan Juga BP2MI (Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia). Disnaker Jember sendiri sudah melakukan beberapa upaya salah satunya turun ke Desa yang berada di Kabupaten Jember terutama yang menjadi kantong - kantong Pekerja Migran Indonesia untuk memberikan informasi dan pandangan kepada masyarakat bagaiaman pentingnya bekerja ke Luar Negeri secara aman dan bentuk pelindungan jelas, saat ini sudah banyak cara untuk bekerja ke Luar Negeri secara Prosedural, salah satunya yang paling banyak di gemari oleh masyarakat terutama yang baru lulus SMK/SMA yaitu mengikuti program G to G yang telah disediakan oleh pemerintah. 

Harapanya dari kegiatan tersebut dapat mengurangi Calon Pekerja Migran Indonesia di Kabupaten Jember Non Prosedural.

Baca Juga